Ditengah perdagangan sesi Eropa hari Rabu (20/04) kurs poundsterling yang perdagangan sebelumnya mencapai posisi tertinggi dalamn 2 pekan alami profit taking merespon buruknya data pengangguran Inggris seperti yang dilaporkan ONS sore ini. Disisi lain Gubernur BOE Mark Carney menyatakan berbahaya bagi ekonomi Inggris jika keluar dari Uni Eropa.
Kantor statistik nasional Inggris (ONS) mengumumkan jumlah pengangguran di Inggris dalam 3 bulan hingga bulan Februari alami peningkatan sekitar 21000 orang, dan merupakan kenaikan pengangguran pertama dalam setahun setelah 3 bulan sebelumnya menunjukkan penurunan paling tajam.
Dari sisi pergerakan dollar AS, kondisi dollar masuki sesi Eropa berusaha kuat tinggikan indeksnya yang telah terpukul selama 4 hari berturut. Terpantau sore ini hanya melemah terhadap euro dan juga swissfranc, rival lainnya jatuh oleh fundamental mereka yang sudah lemah.
Lihat: Rekomendasi Poundsterling, Rabu 20 April 2016
Pergerakan kurs poundsterling di sesi Eropa (10:20:35 GMT) terkoreksi terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 1.4391 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs pound turun 18 pips atau 0,2% dan nilai bergulir berada pada 1.4373.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun terus ke kisaran support 1.4305-1.4214 namun jika koreksi maka pair dapat naik kembali ke kisaran 1.4433-1.4455.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang