Pergerakan kurs euro perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (22/8) kembali tertekan oleh sentimen akhir pekan lalu yang mengangkat tinggi dollar AS mendominasi pasar forex. Euro tertekan masuki hari kedua berturut oleh profit taking setelah pekan lalu berhasil rally selama 5 hari berturut. Perdagangan hari ini tidak ada data fundamental yang menggerakkan mata uang sehingga mengikuti sentimen rival utamanya.
Akhir pekan lalu euro anjlok cukup parah oleh profit taking merespon kuatnya fundamental dollar AS oleh bangkitnya harapan kenaikan Fed rate lanjutan yang akan dilakukan bank sentral Amerika tersebut pada bulan September.
Pergerakan kurs euro di sesi Eropa (10:20:35 GMT) sedang melemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada 1.1310 di awal perdagangan sesi Asia (00.00 GMT), kurs Euro alami pelemahan 15 pips dan nilai bergulir berada pada 1.1295.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika yang berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD dapat turun terus ke kisaran 1.1270– 1.1240. Namun jika terjadi koreksi akan naik ke kisaran 1.1342.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



