Kurs yen Jepang yang bergerak konsolidasi sejak perdagangan 10 hari lalu, kembali menunjukkan perdagangan yang terbatas pada sesi Asia hari Jumat (26/8). Sejak awal sesi Asia yen bergerak konsolidasi oleh kehatian-hatian pasar akan penantian sinyal penguat rival utamanya dollar AS, dan pagi ini menerima sentimen negatif dari rilis data inflasi bulan Juli.
Kantor statistik Jepang mengumumkan data inflasi Jepang sangat mengecewakan Bank of Japan, dimana data ini menunjukkan kondisi Jepang yang semakin tenggelam dalam deflasi sehingga berpotensi BOJ akan meningkatkan stimulus bulan depan. Nilai core inflasi Jepang turun untuk bulan ke lima dan menandai penurunan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun pada bulan Juli lalu.
Tarik menarik sentimen yang mempengaruhi pergerakan kurs yen Jepang masih terus berlangsung dimana dollar masih menunjukkan pelemahan dan data ekonomi pagi ini sangat melemahkan fundamental yen.
Pergerakan kurs yen di awal sesi Asia (01:40:35 GMT) menguat tipis terhadap dollar AS, USDJPY yang dibuka lebih tinggi pada 100.52 di awal perdagangan (00.00 GMT) turun tipis dan nilai pair bergulir pada 100,47.
Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan sesi malam berpotensi kuat, sehingga analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY selanjutnya dapat naik ke kisaran 100,68-100,99. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut, maka pair dapat turun kembali ke kisaran 100,30.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



