Meskipun pekan lalu selama 3 hari berturut rally oleh harapan kenaikan Fed rate dalam waktu dekat bangkit kembali, secara mingguan masih belum mampu menunjukkan kinerja yang positif setelah 2 pekan sebelumnya rally. Hal itu disebabkan diawal pekan dollar alami pukulan keras oleh kesepakatan pertemuan G20.
Namun pagi ini terpantau di pasar spot sesi Asia dollar sedikit terkoreksi karena profit taking oleh sepinya penggerak fundamental yang kuat untuk melanjutkan tenaga rally pekan lalu. Mengakhiri perdagangan pekan lalu dollar menerima tambahan tenaga dari pernyataan pejabat Fed yang hawkish.
Presiden Federal Reserve Boston Eric Rosengren mengatakan pengetatan bertahap kebijakan moneter cenderung tepat untuk memastikan ekonomi AS tetap pada tingkat pertumbuhan yang tepat. Dan pejabat Fed tersebut berpendapat kebijakan suku bunga rendah mengkhawatirkan. Disisi lain salah seorang pejabat Fed lainnya Daniel Tarullo kurang yakin tentang kenaikan suku bunga pada bulan September, tetapi Fed akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan sebelum akhir tahun.
Untuk pergerakan hari ini dollar AS diperkirakan dapat rally kembali setelah sesi Eropa dibuka merespon sepinya penggerak fundamental rivalnya di kawasan Eropa. Pada sesi malam tenaga positif dapat bertambah jika pidato gubernur Fed lainnya Lael Brainard menyampaikan komentar yang hawkish.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak melemah setelah awal perdagangan sesi Asia dibuka lebih rendah pada posisi 95.26 dan kini bergerak pada posisi 95.25. Akhir pekan lalu dollar AS ditutup menguat 0,30 persen.