Setelah berhasil keluar dari tekanan dengan tenaga lompatan dari keputusan tepering ECB semalam, dollar AS memiliki keyakinan untuk akhiri perdagangan pekan ini kembali kuasai pasar forex. Dan masuki sesi Asia hari Jumat (9/12) terpantau dollar menguat terhadap semua rival utamanya.
Perdagangan hari sebelumnya dollar AS berhasil rebound pada sesi malam setelah Mario Draghi umumkan kebjakan moneter tidak ubah suku bunga dan perpanjang program stimulus mereka hingga akhir tahun 2017. Sentimen tersebut otomatis memberikan kekuatan bagi sentimen kenaikan Fed rate pekan depan, pasar diberi keyakinan keputusan Fed akhir tahun membuat dollar AS terus berada di atas kisaran 100.
Lihat: Bank Sentral Eropa Pertahankan Suku Bunga, Program Pembelian Obligasi Dikurangi Mulai April 2017
Namun laju dollar AS ini masih dibayangi dengan pergerakan harga minyak mentah yang dapat angkat tinggi kurs komoditas. Pada sesi Amerika semalam salah satu kurs komoditas yaitu dollar Canada atau loonie dollar berhasil rebound oleh dorongan rally kuat harga minyak mentah sepanjang perdagangan kemarin (8/12).
Untuk pergerakan selanjutnya pada hari ini, dollar AS masih mampu rally dengan menerima sentimen kenaikan Fed rate tersebut yang dibantu positifnya rilis data prelim UoM consumer sentiment.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama pada perdagangan sesi Asia berada di posisi 101.25, setelah di awal perdagangan dibuka pada posisi 101,06.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center Editor : Jul Allens



