Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (10/1), kurs pound Inggris berusaha rebound setelah tertekan selama 2 hari berturut terhadap banyak rival utamanya. Terhadap dollar AS, poundsterling mencoba ambil pijakan momentum bearish dollar. Namun jika sentimen penguat dollar AS mendominasi pasar maka piar GBPUSD akan bertahan di zona bearishnya.
Buruknya perdagangan poundsterling menerima sentimen negatif dari hard brexit yang semakin kuat setelah PM Inggris menyatakan akan melobi kembali perdagangan dengan Eropa setelah resmi keluar dari UE. Selain itu mendapat tekanan juga dari rencana Skotlandia memisahkan diri dari UK pasca brexit. Hard brexit merupakan pemisahan total Inggris dari Uni Eropa yang membuat negeri tersebut berdiri sendiri tentukan masa depan ekonominya.
Pergerakan kurs pound di sesi Eropa (17:00:27 WIB) masih lemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada posisi 1.2163 di awal perdagangan sesi Asia (00.00 GMT), kini kurs pound bergerak di posisi 1.2149 setelah sempat capai posisi tertinggi pada 1.2180.
Analyst Vibiz Research Center melihat gerak pair GBPUSD selanjutnya masih negatif dan akan menuju kisaran 1.2105-1.2046, dan jika terjadi koreksi positif akan naik kembali menuju 1.2184– 1.2221.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center Editor : Asido Situmorang



