Masuki perdagangan forex sesi Asia awal pekan (6/2) dollar AS masih belum mampu memikat pasar global setelah akhir pekan lalu dihajar oleh data tingkat gaji AS yang menurun dan data pengangguran yang bertambah. Namun secara teknikal posisi dollar AS akan rebound sekalipun secara fundamental minim katalis penggerak.
Secara mingguan, dollar AS kembali melemah pekan lalu masuki pelemahan 6 pekan berturut. Secara fundamental dollar AS mendapat ganjalan dari kebijakan Trums dan juga kenaikan suku bunga Fed. Dari laporan pasar tenaga kerja AS bulan Januari pasar skeptis dengan rencana Fed menaikkan suku bunganya kembali dalam waktu dekat.
Terhadap rival-rival utamanya, dollar AS hanya melemah terhadap yen dan sedikit mendapat kekuatan dari profit taking rival lainnya seperti euro, poundsterling dan kurs komoditas.
Untuk rilis data ekonomi pada sesi Ameraka malam nanti tidak ada data yang dapat memberikan tenaga kuat bagi dollar AS. Fed hanya mengeluarkan data kondisi pasar tenaga kerja terkini dan juga survey pinjaman publik.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama di tengah perdagangan sesi Asia masih turun di posisi 99,65 setelah dibuka pada posisi 99.67 dan sempat menyentuh posisi terendah di 99,62.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



