Masuki perdagangan sesi Eropa hari Selasa (2/5) pergerakan kurs euro dalam pair EURUSD yang sejak sesi Asia kuat, bergerak konsolidasi oleh rilis data ekonomi yang kurang menggembirakan tarik menarik dengan momentum lemahnya gerak dollar AS. Rilis data ekonomi berupa data kinerja manufaktur PMI dan tingkat pengangguran negara anggota kawasan satu mata uang tersebut.
Markit melaporkan kinerja manufaktur banyak negara kawasan Euro menurun pada periode bulan April dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Demikian juga dengan laporan pengangguran oleh Eurostat yang meningkat pada bulan April melebihi ekspektasi penurunan indeks dari posisi bulan sebelumnya.
Pergerakan kurs euro pada sesi Eropa (18:20:00 WIB) masih bergerak bullish terhadap dollar AS dan berusaha dipangkas. Setelah dibuka pada posisi lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada 1.0896 awal perdagangan sesi Asia kini pair EURUSD berada di posisi 1.0911 setelah sempat mencapai posisi tertinggi di 1.0924.
Secara teknikal pergerakan pair EURUSD sudah berhasil melewati resisten kuatnya dan terpangkas kembali. Pair berusaha naik ke posisi resisten lemahnya di 1.0933. Namun jika tidak tembus akan turun menuju posisi awal sesi sebelum sampai pada support kuatnya di posisi 1.0875.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang