Bursa Saham Jepang Anjlok, Gempa Kuat Terjadi Di Jepang Barat

790

(Vibiznews – Index) – Saham Jepang jatuh pada Senin pagi ditengah meningkatnya ketegagan sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang memicu kekhawatiran tentang dampak pada permintaan global, memicu aksi jual di saham seperti pembuat peralatan konstruksi.

Juga sentimen yang menghantam adalah gempa berkekuatan 6,1 di Osaka di Jepang barat pada Senin, memukul saham perusahaan utilitas yang bermarkas di wilayah Kansai.

Kansai Electric (9503.T) turun 1,5 persen meskipun tidak ada pernyataan, setelah gempa, akan adanya penyimpangan yang terdeteksi di Mihama, Takahama dan Ohi, tempat pembangkit nuklir. Osaka Gas (9532.T) tersandung 3,4 persen.

Di sisi lain, kontraktor yang berbasis di wilayah Kansai melonjak pada spekulasi bahwa permintaan konstruksi akan naik setelah gempa bumi. Asanuma Corp (1852.T) melonjak 2,6 persen, Mori-gumi (1853.T) melonjak 3,1 persen sementara Okumura Corp (1833 .T) naik 1,6 persen.

Nikkei N 225 turun 1,0 persen menjadi 22.635,60 pada perdagangan menjelang siang, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah 22, 226,07, titik terendah sejak 6 Juni.

Produsen pembuat peralatan konstruksi seperti Komatsu Ltd (6301.T) dan Hitachi Construction Machinery (6305.T) anjlok 3,7 persen dan 3,4 persen, masing-masing. Industri pembuat robot Fanuc Corp (6954.T) turun 2,9 persen dan Yaskawa Electric (6506.T) tergelincir 4,9 persen.

Presiden AS Donald Trump meluncurkan daftar awal barang strategis penting yang akan dikenakan tarif 25 persen, efektif tanggal 6 Juli Sementara dari pihak China, Departemen Perdagangan China menyebut langkah yang diambil Trump sebagai “ancaman bagi kepentingan ekonomi China dan keamanan”.

Cina mengeluarkan daftar impor dari AS yang juga akan tunduk pada tariff baru, yaitu impor kedelai, pesawat terbang, mobil dan bahan kimia.

nvestor khawatir bahwa perang perdagangan pada akhirnya akan memukul permintaan global, “kata Yutaka Miura, analis teknikal senior di Mizuho Securities.

Harga saham logam non-besi juga melemah, dengan Sumitomo Metal Mining (5713.T) tersandung 3,3 persen dan Mitsubishi Materials (5711.T) merosot 1,9 persen.

Topix yang lebih luas, TOPX turun 1,1 persen menjadi 1.769,44.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here