(Vibiznews – Index) – Nikkei ditutup 0,7% lebih rendah karena investor menunggu hasil rapat BOJ dan Federal Reserve AS
Saham Jepang ditutup lebih rendah pada Senin karena pasar memperkirakan kemungkinan adanya perubahan kebijakan moneter Jepang yang membebani sentimen, selain laporan laba kuartalan.
Nikkei 225 Jepang ditutup turun 0,74 persen pada 22.544,84.
Indeks Topix berakhir 0,43 persen lebih rendah pada 1,768.15 sedangkan JPX-Indeks Nikkei 400 merosot 0,47 persen menjadi 15,620.76.
Investor berhati-hati menjelang pertemuan penting bank sentral, termasuk oleh BOJ dan Federal Reserve AS.
BOJ akan mengakhiri pertemuan dua harinya pada hari Selasa di tengah spekulasi apakah akan memutar kembali pembeliannya dalam dana yang diperdagangkan di bursa Jepang.
Dari 33 sub-indeks Tokyo, 21 mengakhiri hari di wilayah negatif.
Melawan tren keseluruhan, sektor perbankan berakhir 1,6 persen lebih tinggi karena kebijakan BOJ dapat menguntungkan neraca bank.
Mitsubishi UFJ Financial Group dan Sumitomo Mitsui Financial Group berakhir 1,6 persen lebih kuat, sementara Mizuho Financial Group ditutup 1,3 persen lebih tinggi.
Sementara saham-saham yang paling kuat menekan indeks adalah saham-saham produsen minyak dan batubara yang masing-masing turun 1,5 dan 1,4 persen. Saham produsen farmasi turun 1,4 persen.
Pemasok tenaga listrik Kansai Electric Power Co ditutup 3,6 persen lebih rendah setelah perusahaan melaporkan laba April-Juni yang lemah.
Calbee berakhir 8,5 persen lebih rendah setelah laba kuartalan pembuat camilan ini jauh dari ekspektasi pasar mengingat valuasi perusahaan yang sudah tinggi.
Ricoh Co dan Alps Electric Co ditutup naik 8,8 dan 4,7 persen setelah membukukan laba yang naik.
Lebih dari 1.000 perusahaan akan melaporkan pendapatan minggu ini, ada sebanyak 175 perusahaan yang akan mengumumkan kinerja keuangannya pada hari Senin, termasuk Orix Corp dan Tokyo Electric Power Co.
Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang