(Vibiznews-Forex) – Kurs poundsterling dalam pair GBPUSD sesi Eropa hari Rabu (21/11) berusaha bergerak bullish setelah perdagangan sebelumnya anjlok cukup signifikan, mendapat tenaga dari melemahnya dolar AS dan harapan penyelamatan sentimen ketegangan Brexit dalam pertemuan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Kepala Komisi Eropa, Jean Paul Juncker untuk diskusi kesepakatan Brexit.
Sentimen positif lainnya datang dari surat mosi tidak percaya dari partainya PM Inggris yang belum diterima oleh Ketua Tory 1922. Mosi ini berusaha melengserkan Theresa Mey dari jabatannya.
Ketegangan Brexit berlanjut kemarin setelah pemerintah Spanyol permasalahkan kembali perbatasan Gilbatar dengan Irlandia Utara yang akan memveto surat kesepatan Brexit nantinya jika tidak dimasukkan dalam draft surat tersebut.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD bergerak naik menuju R1 dan jika tembus akan mendaki ke R2 hingga R3. Namun jika koreksi kembali akan turun ke posisi 1.2774 dan jika tembus meluncur ke garis bawah BB5 D1 di 1.2755 sebelum ke S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1.2952 | 1.2911 | 1.2842 | 1.2809 | 1.2741 | 1.2699 | 1.2661 |
| Buy Avg | 1.2832 | Sell Avg | 1.2760 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group



