(Vibiznews-Forex) – Kurs poundsterling dalam pair GBPUSD ujung sesi Asia Jumat (28/12) diperdagangkan bullish oleh anjloknya dolar AS di tengah kehati-hatian pasar atas kekacauan yang sedang berlangsung di sekitar kesepakatan Brexit. Keberuntungan pair juga mengambil pijakan dari pelemahan dolar.
Laporan tentang Brexit, menurut surat kabar Inggris The Independent pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn telah menantang PM Theresa May untuk mempersingkat reses Natal dan memanggil kembali Parlemen di awal tahun baru untuk membahas kesepakatan Brexit. Sementara itu, Insitute of Directors (IOD) melaporkan kepercayaan para pemimpin bisnis Inggris telah turun ke posisi terendah 18-bulan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD yang sudah menembus R1 kini berada di 1.2668 berusaha naik menuju R2 dan jika tembus naik ke R3. Namun jika bergerak negatif akan turun ke posisi awal sesi di 1.2639 dan jika tembus meluncur ke S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1.2722 | 1.2694 | 1.2657 | 1.2628 | 1.2604 | 1.2577 | 1.2540 |
| Buy Avg | 1.2680 | Sell Avg | 1.2615 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group



