(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan hari Rabu (23/01) bergerak bullish oleh tekanan terhadap safe yen Jepang di tengah melemahnya dolar terhadap beberapa rivalnya. Yen anjlok oleh profit taking pasar merespon laporan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) yang tidak berubah seperti yang diharapkan.
Bank sentral Jepang juga merevisi lebih rendah perkiraan inflasi untuk tahun fiskal 2019/20 menjadi 0,9 persen dari perkiraan 1,4 persen yang dibuat pada bulan Oktober. Revisi proyeksi inflasi ke bawah diharapkan dan memperkuat konsensus bahwa BOJ tidak mungkin memulai normalisasi kebijakan akomodatifnya dalam waktu dekat, sehingga menekan yen Jepang.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY dibuka pada posisi 109.35 kini berada di posisi 109.59 yang telah melewati resisten kuatnya di S1 turun menuju posisi awal sesi dan jika tembus akan meluncur ke S1 hingga S3. Namun jika bergerak positif akan naik kembali menuju posisi S1 dan jika tembus mendaki ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 110.11 | 109.79 | 109.53 | 109.28 | 108.99 | 108.70 | 108.41 |
| Buy Avg | 109.85 | Sell Avg | 109.12 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group



