Presiden Trump AS Kembali Ancam Perdagangan China

898

(Vibiznews – Economy) – Beberapa saat lalu Presiden AS menyatakan dalam tweetnya akan menaikkan tarif dagang pada barang-barang yang diimpor dari China, sehingga menimbulkan keraguan pada investor pasar keuangan global akan optimisme baru-baru ini akan terjadi penyelesaian perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Trump mengatakan dalam tweetnya bahwa 10% pungutan saat ini atas barang-barang Cina senilai $200 miliar akan naik menjadi 25%. Dia juga mengancam akan mengenakan tarif 25% pada tambahan $325 miliar barang Cina segera.

Meskipun negosiasi perdagangan antara pejabat Washington dan Beijing dijadwalkan untuk dilanjutkan pada hari Rabu, presiden Trump nmenyesalkan bahwa kemajuan bergerak  terlalu lambat ketika Cina mencoba untuk menegosiasikan kembali ketentuan kesepakatan.

Ancaman Presiden Trump ini akan memberikan kekhawatiran pasar saham global dan memukul saham-saham yang memiliki eksposur ke China. Pagi ini saja terpantau indeks Dow Jones berjangka kehilangan 400 poin setelah jatuh sebanyak 479 poin pada minggu malam sebelumnya, demikian S&P 500 berjangka turun 1,3% tak lama setelah pembukaan minggu malam dan  Nasdaq-100 Index berjangka turun 1,5%.

Kekhawatiran paling buruk langsung terada pada perdagangan bursa saham Australia yang menjadi partner dagang China cukup besar selama ini. Terpantau indeks ASX 200 anjlok cukup signifikan saat pembukaan hingga 0,56 persen.

Terhadap pasar forex juga akan berdampak kuat terhadap mata uang safe haven yang cepat merespon kekhawatiran pasar seperti ini. Yen Jepang pagi ini dibuka pada posisi tertinggi dalam sebulan melawan dolar AS, demikian juga harga emas bergerak naik.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here