(Vibiznews – Index) – Pergerakan bursa saham Asia di tengah sesi Asia hari Selasa (21/05) terpantau hampir semua indeksnya mencetak keuntungan di tengah masih berlanjutnya ketegangan front perdagangan AS-China. Hanya bursa saham Jepang dan bursa kawasan Pasifik yang merugi oleh profit taking.
Perdagangan saham China Daratan naik sejak awal perdagangan, dengan kini indeks komposit Shanghai naik lebih dari 1,5% dan komponen Shenzhen menguat 0,37%. Selain itu Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong menguat 0,33% setelah dibuka pada zona merah.
Di bursa saham Korea Selatan, indeks Kospi yang dibuka naik 0,38% melambung tinggi hingga naik 0,83% yang mendapat dukungan kuat dari saham kapital besar. Seperti saham Samsung Electronics yang melonjak lebih dari 3% menyusul berita Google menghentikan aktivitas bisnis dengan Huawei.
Google Potong Bisnis Huawei, Bursa Amerika Jadi Rugihttps://t.co/xEAvUFivbk#Google #saham #forex #DOLAR #trading pic.twitter.com/tkRVnG2DuD
— vibiznews.com (@vibiznews) May 20, 2019
Pergerakan sebaliknya terjadi di bursa saham Jepang dengan indeks Nikkei 225 awal sesi sempat turun hingga 0,45% oleh tekanan anjloknya saham indeks kelas berat dan pembuat robot Fanuc. Namun kini terpantau bergerak konsolidasi dengan meredanya kerugian menjadi turun 0,03%.
Demikian kerugian saham juga terjadi di kawasan Pasifik seperti yang terjadi pada bursa saham Australia dan New Zealand alami profit taking hingga masuk zona merah. Namun kerugian mereka hanya moderat dengan indeks ASX 200 melemah 0,07% sedangkan indeks NZX 50 turun 0,08%.
Dan untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta alami pergerakan kuat oleh sentimen pengumuman hasil Pilpres 2019 yang dimenangkan pasangan Jokowi – Amin, kini indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,63 persen ke posisi 5944.16. Support kuat indeks dipicu oleh kuatnya saham-saham unggulan sektor industri dasar dan property.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



