Ini Alasan Bursa Eropa Untung Meski Data Ekonomi Mengecewakan

572

(Vibiznews – Index) –  Bursa saham Eropa perdagangan awal pekan hari Senin (17/06)  bergerak kuat kembali setelah jatuh awal sesi  karena harapan untuk lebih banyak stimulus bank sentral ECB menghiraukan laporan data ekonomi yang mengecewakan. Sentimen positif pasar  terjadi  merespon komentar  Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi yang dovish dalam Forum ECB di Portugal selama 2 hari.

“Dengan tidak adanya perbaikan, sehingga pengembalian inflasi yang berkelanjutan ke tujuan kami jadi terancam, maka stimulus tambahan akan diperlukan,” kata Draghi. Stimulus tersebut nantinya dapat berupa pemotongan suku bunga lagi atau menyediakan pembelian aset lebih lanjut.

Indeks Pan Eropa Stoxx 600 naik 0,8 persen pada 381,36 setelah ditutup sedikit lebih rendah pada sesi sebelumnya. Indeks DAX Jerman naik 0,8 persen, indeks CAC 40 Prancis naik 1 persen dan FTSE 100  naik setengah persen.

Saham pembuat chip Jerman, Siltronic, merosot 13 persen setelah peringatan bahwa pembatasan ekspor AS ke China akan menekan penjualan dan profitabilitasnya. Saham Infineon Technologies turun 1,4 persen dan STMicroelectronics turun 2,6 persen.

Saham pembuat mobil bergerak lebih tinggi setelah data industri menunjukkan pembuatan mobil Uni Eropa naik 0,1 persen  di bulan Mei, membalikkan penurunan 0,4 persen pada bulan April. Saham BMW, Daimler, Volkswagen, Renault dan Peugeot naik antara setengah persen dan 1,4 persen.

Dalam rilis data ekonomi, kepercayaan ekonomi Jerman melemah tajam ke level terendah 7-bulan pada bulan Juni, indeks sentimen ekonomi turun 19 poin ke -21,1 pada Juni. Skor tersebut diperkirakan jatuh cukup ke -5.6. Ini adalah angka terendah sejak November 2018.

Institut Ifo menurunkan prospek pertumbuhan Jerman karena kelemahan di sektor industri secara bertahap menyebar ke sektor lain. Prospek pertumbuhan 2020 menjadi 1,7 persen dari 1,8 persen. Perkiraan untuk 2019 dipertahankan pada 0,6 persen.

Kemudian Eurostat laporkan surplus perdagangan zona euro turun ke level terendah 5 bulan di bulan April karena penurunan ekspor melebihi penurunan impor. Surplus perdagangan turun ke EUR 15,3 miliar  di bulan April dari EUR 18,6 miliar di bulan Maret. Ini adalah yang terendah sejak November 2018.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here