Bursa China Berhasil Cetak Untung Pasca Data PDB Lemah, Bursa Australia Tertekan

610

(Vibiznews – Index) – Bursa saham China sempat ambruk ke posisi terendah dalam perdagangan sebulan pasca pengumuman data pertumbuhan ekonomi China oleh kantor statistik (NBS), kemudian terangkat kembali oleh rilis data produksi industri dan retail sales China yang mengesankan.   Namun sentimen negatif buruknya data PDB China kuartal kedua tahun ini melemahkan perdagangan bursa saham Australia.

Indeks Shanghai Composite kini berhasil naik 22 poin atau 0,76 persen menjadi  2.939, setelah awal sesi sempat terjun ke posisi 2.887 yang merupakan posisi terendah sejak perdagangan 18 Juni.  Namun terjadi pergerakan sebaliknya di bursa saham Australia, dengan indeks ASX200 anjlok 32 sen atau 0,47 persen ke posisi 6.665.

Kantor Statistik China umumkan pertumbuhan ekonomi China naik 6,2 persen tahun ke tahun di kuartal kedua tahun, melambat dari ekspansi ekonomi sebelumnya di 6,4 persen. Itu adalah tingkat pertumbuhan PDB terendah sejak kuartal pertama 1992.  Namun secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi tumbuh 1,6 persen atau naik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di 1,4 persen.  Ini merupakan laju ekspansi kuartalan yang terkuat sejak kuartal September 2018

Kemudian NBC melaporkan data produksi industri yang meningkat melampaui ekspektasi, data naik 6,3% setelah periode bulan sebelumnya naik 5,0% dan ekspektasi ekonom naik 5,2%. Data penjualan sektor ritel naik 9,8% setelah periode bulan sebelumnya naik 8,6% dan ekspektasi ekonom naik 8,5%.

Setelah rilis data yang mengesankan diatas, bursa saham China bergerak naik menutupi tekanan awal sesi. Namun bursa saham Australia yang sangat tergantung dengan kondisi China karena negara tersebut memiliki eksposur paling besar ke China, masih tertekan lemah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here