Semua Bursa Asia Utama Tenggelam Dalam Kerugiannya

614

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Asia hari Selasa (06/08) yang sejak awal sesi bergerak sangat lemah, akhirnya ditutup dengan posisi yang lebih merugikan dari perdagangan sebelumnya. Sentimen naiknya mata uang Yuan China dari posisi terburuk terhadap dolar AS tidak mampu mengangkat keuntungan bursa.

Sentimen negatif yang mendasarinya tetap berhati-hati setelah Departemen Keuangan AS menunjuk Cina sebagai manipulator mata uang dan China mengkonfirmasi telah menghentikan pembelian produk pertanian AS.

Pasar saham Cina mengakhiri posisi terendah dengan indeks Shanghai Composite anjlok  43,94 poin atau 1,56 persen menjadi 2.777,56, sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong turun 175,08 poin atau 0,67 persen menjadi 25.976,24.

Indeks Nikkei Jepang sempat menyentuh level terendah tujuh bulan sebelum mengembalikan beberapa kerugian untuk mengakhiri sesi turun 134,98 poin atau 0,65 persen pada 20.585,31. Nikkei merosot lebih dari 600 poin  atau hampir 3 persen, pada awal sesi di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China. Saham perusahaan dan pembuat mobil China yang terkena dampaknya, juga saham Toyota Motor, Taiyo Yuden dan Isuzu Motor turun 2-3 persen.

Bursa saham Seoul anjlok untuk sesi kelima berturut-turut dengan indeks Kospi berakhir turun 29,48 poin atau 1,51 persen menjadi 1.917,50. Terdapat sentimen positif yang gagal mengangkat saham yaitu rilis data meningkatnya surplus transaksi berjalan $ 6,38 miliar pada Juni,  naik dari $ 4,95 miliar pada Mei. Untuk semester pertama 2019, Korea Selatan memiliki surplus neraca berjalan $ 21,77 miliar.

Dikawasan pasifik, bursa saham Australia dan bursa New Zealand ikut alami kerugian yang mendalam. Indeks acuan  ASX 200 anjlok 162,20 poin atau 2,44 persen menjadi 6.478,10  meskipun terdapat katalis positif dari surplus neraca perdagangan barang  meningkat menjadi A$ 8,036 miliar pada Juni yang lebih tinggi dari ekspektasi surplus A$ 6,0 miliar dan naik dari surplus A $ 6,173 miliar pada bulan Mei.

Saham empat bank besar turun 2-3 persen karena Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga, setelah memotong suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada dua pertemuan sebelumnya.

Saham Selandia Baru turun tajam, dengan indeks  NZX 50 berakhir turun 178,86 poin atau 1,66 persen menjadi 10.587,17. Saham unggulan kelas berat a2 Milk Company anjlok  2,9 persen dan saham platform pembayaran elektronik Pushpay Holdings anjlok 3,3 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here