(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika hari Kamis yang berakhir Jumat pagi (13/12), dolar AS melonjak terhadap mata uang safe-haven yen Jepang dan rival utama lainnya setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat sangat dekat untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan dengan China.
“Semakin dekat dengan DEAL BESAR dengan Cina. Mereka menginginkannya, dan begitu juga kita!” Trump mengatakan dalam sebuah posting di Twitter sesaat setelah dimulainya perdagangan saham. Trump telah berulang kali menyatakan optimisme tentang kesepakatan perdagangan.
Terhadap yen Jepang, yang cenderung menarik investor selama masa-masa tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang adalah negara kreditor terbesar dunia, dolar AS naik 0,55% menjadi 109,14, mendekati level tertinggi satu minggu. Namun terhadap yuan China, dolar turun 0,69% ke level terendah satu bulan.
Kekuatan dolar juga didukung oleh laporan Wall Street Journal yang mengatakan negosiator AS telah menawarkan untuk memangkas tarif yang ada sebanyak setengah dari $360 miliar barang-barang buatan Cina dan membatalkan putaran pungutan baru yang dijadwalkan berlaku hari Minggu ini.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama naik 0,39% pada 97,46, setelah sempat menanjak ke posisi 97.52. Demikian juga dengan indeks dolar berjangka ditutup turun 0,20 persen ke posisi 97,25.
Kekuatan ini membantu dolar merebut kembali sebagian besar yang hilang pada perdagangan sebelumnya setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil dan mengatakan kenaikan inflasi yang signifikan dan persisten akan diperlukan untuk menaikkan suku bunga lagi.
Euro hampir datar setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan moneter ultra-mudah pada pertemuan pertama Christine Lagarde, sementara pound melemah menjelang hasil pemilihan di Inggris. Pound Inggris retreat dari tertinggi sembilan bulan karena investor profit taking dari reli baru-baru ini.
Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



