(Vibiznews-Forex) – Pasangan AUDUSD berusaha mendaki di tengah perdagangan forex sesi Asia Senin (16/12) pasca rilis beberapa data ekonomi China yang positif setelah sebelumnya tertekan buruknya rilis data flash PMI manufaktur dan jasa Australia. Namun, upside masih tetap dibatasi kekhawatiran atas detail kesepakatan perdagangan AS-China.
Penjualan ritel China naik 8% YoY di bulan November, mengalahkan perkiraan kenaikan 7,6% dengan margin besar, setelah meningkat 7,2% pada Oktober. Produksi industri naik 6,2% dibandingkan dengan kenaikan yang diperkirakan 5%, menandai peningkatan dari 4,7% Oktober. Lebih lanjut, People’s Bank of China telah menyuntikkan 300 miliar Yuan ke dalam sistem keuangan melalui fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD yang dibuka pada posisi 0.6882 dan kini berada di posisi 0.6877. Pair sempat naik ke posisi puncak harian di 0.6885 dan turun ke posisi MA5 D1 di 0.6868. Pair kini berusaha naik menuju puncak harian dan jika tembus mendaki ke BB20 di 0.6901 hingga R1. Namun jika turun kembali akan meluncur ke posisi MA5 D1, jika tembus meluncur ke area support di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.6987 | 0.6952 | 0.6916 | 0.6889 | 0.6842 | 0.6815 | 0.6768 |
| Buy Avg | 0.6890 | Sell Avg | 0.6867 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



