(Vibiznews – Forex) – Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia di tengah kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara Timur Tengah setelah pembunuhan komandan militer top Iran Qassem Soleimani dalam serangan drone AS Kamis lalu.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama melemah 0,22% pada 96,22 setelah sempat naik ke posisi 96,58. Demikian juga dengan indeks dolar berjangka sedang bergerak turun 0,22% ke posisi 96,31. Posisi ini retreat dari rally selama 2 hari berturut.
Sebelumnya dolar AS bergerak sangat kuat sebagai salah satu aset safe haven yang klasik selain mata uang yen Jepang dan komoditas emas. Namun pasar kini lebih condong memilih memburu yen dan emas.
Iran mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi batas-batas yang terkandung dalam kesepakatan nuklir 2015 sementara laporan dari Baghdad mengatakan kompleks kedutaan AS di sana menjadi sasaran dalam serangan pada hari Minggu malam.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersumpah balas dendam berat terhadap AS, sedangkan Presiden Donald Trump mengancam akan membalas terhadap setiap serangan terhadap aset Amerika atau negara Amerika.
Sementara itu, Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi keras terhadap Irak setelah parlemennya mengeluarkan resolusi yang menyerukan pasukan AS untuk keluar meninggalkan negara itu. Parlemen Irak menyetujui resolusi mengusir sekitar 5.200 tentara AS yang ditempatkan untuk membantu memerangi ISIS.
Terhadap Euro, dolar melemah menjadi $1,1197, turun lebih dari 0,3% dari penutupan Jumat, setelah data survei dari Sentix menunjukkan kepercayaan investor zona euro naik untuk bulan ketiga berturut-turut di Januari, dan pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan, ke level tertinggi dalam lebih dari setahun di tengah tanda-tanda pelonggaran dalam sengketa perdagangan AS-Cina.
Terhadap Poundsterling, dolar turun menjadi $ 1,3165, sekitar 0,35% dari penutupan sebelumnya, setelah data menunjukkan kontraksi yang lebih kecil dari yang diharapkan dalam pertumbuhan sektor swasta Inggris.
Yen turun menjadi 108,41 dolar, melemah dari posisi tertinggi 107,78 dolar. Menurut survei dari Nikkei, sektor manufaktur Jepang terus berkontraksi pada bulan Desember, dan pada tingkat yang lebih cepat, dengan indeks PMI manufaktur sebesar 48,4, turun dari 48,9 pada November.
Untuk pasangan Aussie-Dolar berada di 0,6939, dimana data sektor swasta Australia kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Desember, yang mencerminkan penurunan layanan dan output manufaktur menurut survey IHS.
Terhadap Loonie, dolar turun hampir 0,3% di 1,2963, dan terhadap franc Swiss, dolar diperdagangkan pada 0,9681, sekitar 0,5% turun dari minggu lalu.
Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



