Proyeksi IMF dan Wabah Virus Corona Tekan Saham Bursa Eropa

588

(Vibiznews – Index) – Virus Corona yang mewabah di China ikut mengkhawatirkan perdagangan bursa Saham Eropa yang dibuka anjlok pada perdagangan hari Selasa (21/01/2020) selain kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang dipangkas IMF proyeksinya. Kedua peristiwa tersebut memicu meningkatnya permintaan untuk aset safe-haven.

Selain itu berita terbaru bahwa tiga roket katyusha jatuh dekat dengan kedutaan AS di Zona Hijau di ibukota Irak juga membebani pasar.

Indeks Pan-European Stoxx 600 turun 0,7 persen di 420,91 setelah turun 0,1 persen pada hari Senin. Indeks DAX Jerman menyerah setengah persen, indeks CAC 40 Prancis turun sekitar 1 persen dan FTSE 100 dari Inggris ambruk 1,1 persen.

Saham Pembuat barang-barang mewah termasuk yang paling terpukul, seperti saham LVMH, Kering, Hermes dan Burberry jatuh 2-4 persen di tengah meningkatnya ancaman infeksi ketika ratusan juta orang bepergian untuk liburan Tahun Baru Imlek, musim perjalanan tersibuk di dunia.

Saham UBS, bank terbesar di Swiss, anjlok 5 persen setelah memangkas target profitabilitasnya.

Saham Wacker Neuson merosot 8,5 persen. Perusahaan Jerman ini memangkas prospek margin EBIT untuk tahun fiskal 2019, karena tekanan margin yang dihasilkan dari upaya untuk menjual volume besar peralatan baru dan gangguan pada bahan baku di Amerika Utara.

Saham Raksasa pertambangan BHP turun 1,8 persen setelah merilis laporan produksi kuartal Desember.

Saham Maskapai penerbangan bertarif rendah easyJet melonjak 4,5 persen setelah melaporkan kenaikan pendapatan kuartal pertama yang solid.

Saham Lonza Group, pemasok untuk industri farmasi, kesehatan, dan sains-kehidupan, menguat 3,5 persen setelah laba fiskal 2019 naik 15,3 persen menjadi 763 juta franc Swiss dari 659 juta franc tahun lalu.

Jul Allens/Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here