(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang pada perdagangan hari Selasa (28/01/2020) masih alami kerugian yang cukup signifikan dengan indeks Nikkei ditutup anjlok cukup signifikan mengikuti kerugian yang terjadi pada perdagangan bursa saham Amerika Serikat semalam.
Sentimen negatif pasar masih datang dari kekhawatiran dampak ekonomi virus yang mematikan yang sedang mewabah di China. Berita terakhir dari pihak berwenang Cina menunjukkan jumlah korban tewas meningkat menjadi lebih dari 100 orang, dan lebih dari 4500 orang terinfeksi. Kemudian WHO juga mengakui kesalahan keputusannya dalam penilaian risiko virus.
Indeks Nikkei ditutup turun sebesar 128 poin atau 0,55% menjadi 23,216 basis poin, indeks sempat terjun ke posisi 23,104 yang merupakan posisi terendah 2 pekan perdagangan. Sedangkan indeks berjangka kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 22 poin atau 0,10% menjadi 23,135 basis poin, indeks sempat turun ke posisi 23,067 dan naik ke posisi 23,222. Indeks Topix anjlok 0,6% menjadi 1692,28 basis poin.
Pelemahan indeks nikkei melemah mendapat tekanan dari anjloknya beberapa saham unggulan yang dipimpin oleh saham Yamaha Corp anjlok 5%, saham Isetan Mitsukoshi Holdings turun 4%, saham Chiyoda turun 4% dan saham JFE Holdings anjlok 3%.
Untuk pergerakan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center pergerakan bursa saham Jepang ini diperkirakan masih berpotensi lemah oleh sentimen diatas, namun secara teknikal dapat bergerak rebound oleh bargain hunting. Untuk kisaran resisten indeks berjangka berada di 23300 – 24020, dan untuk kisaran support di posisi 23050 – 22920.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang
Table Talk: Geopolitic Impact & How to grab profit on Market with Autopilot. Soho Capital Building 19th Floor. Jl. Letjen S Parman, Rabu, 29 Januari 2020 . Pk 16:00-17:00. Daftar: 081213520034 (Nama, email, HP, Company). Gratis: 1 buku Forex online Trading – Tren Investasi Masa Kini (Best Seller)



