(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham di Korea Selatan hari Kamis (30/01/2020) ditutup anjlok parah setelah awal sesi dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya oleh karena bangkitnya kembali kekhawatiran wabah virus Corona di China yang diberitakan bertambah korbannya.
Pada penutupan perdagangan sore ini tampak indeks Kospi di pasar spot turun 37,28 poin atau 1,71 persen menetap di 2,148.00 basis poin dan sempat terjun ke posisi 2,140.00. Demikian juga untuk Kospi kontrak berjangka bulan Maret mengalami penurunan yang sangat parah dengan turun sebesar 6,50 poin atau 2,20% dan ditutup pada posisi 288,40 basis poin, yang merupakan posisi terendah 1,5 bulan.
Ambruknya indeks Kospi juga mendapat tekanan tambahan dari anjlopknya mata uang Korea Selatan Won yang turun 7,8 won terhadap dolar AS menjadi 1,185 won per dolar. Sedangkan volume perdagangan sepanjang sesi mencapai 594,9 juta saham senilai 7 triliun won (5,9 miliar dolar AS).
Anjloknya indeks mendapat tekanan dari ambruknya saham-saham kelas berat seperti saham Samsung Electronic yang anjlok 3,05%, dipicu oleh laporan pendapatan perusahaan Q4-2019 yang menurun 38%. Disusul oleh saham SK Hynix anjlok 2,86%, saham Hyundai anjlok 2,64% dan saham LG Household Health Care turun 2,78%.
Untuk pergerakan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center pergerakan bursa saham Korea selanjutnya diperkirakan masih berpotensi lemah secara teknikal dan juga fundamental. Untuk kisaran support Kospi berjangka (Kospi200) berikutnya di posisi 270 – 230 dan posisi resisten indeks berada di 300 – 350.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang


