(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham di Hong Kong hari Kamis (30/01/2020) kembali mencetak kerugian yang bertambah dari perdagangan sebelumnya, indeks Hang Seng terjun ke posisi terendah 7 pekan. Bursa Asia kembali panas oleh semakin tingginya tensi ketakutan atas penyebaran virus corona setelah China melaporkan lonjakan korban yang tewas dan terinfeksi.
Pemerintah China umumkan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 170 jiwa, dan ada sekitar 7700 yang terinfeksi. Infeksi dilaporkan telah menyebar di setidaknya 15 negara, sementara Komite panel WHO akan bertemu lagi hari ini di Jenewa untuk memutuskan apakah penyebaran virus sekarang menjadi keadaan darurat global.
Negara-negara yang telah dievakuasi atau berencana untuk mengevakuasi warga dari Wuhan termasuk Jepang, Australia, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, India, Selandia Baru dan Indonesia.
Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 783 poin atau 2,9% menjadi 27.160,63 yang dipimpin oleh anjlok parahnya saham manufaktur perangkat keras, kasino, dan finansial. Ini merupakan kerugian selama 2 hari berturut cukup besar.
Saham China Mobile memimpin kerugian dengan anjlok 4,44%. Operator kasino Galaxy Entertainment Group turun 3,48%. Saham China Construction Bank anjlok 2,91% dan saham Ping An Insurance turun 2,45%. Saham PEtroChina dan Tencent Holdings anjlok 2,51% dan 2,69% masing-masing.
Untuk pergerakan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center pergerakan bursa saham Hong Kong selanjutnya diperkirakan masih berpotensi lemah oleh sentimen diatas. Untuk kisaran support Hang Seng di posisi 26250 – 26000 dan posisi resisten indeks berada di 27150 – 27400.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



