(Vibiznews – Forex) – Mengawali perdagangan sesi Asia Senin (03/02/2020), pengaruh kuatnya perdagangan safe haven pekan lalu masih terjadi dan terpantau posisi dolar masih berada di posisi terendah 2 pekan yang dicapai akhir perdagangan pekan lalu. Dolar anjlok sebagai dampak anjloknya posisi imbal hasil obligasi AS pasca berita meningkatnya akibat wabah virus Corona.
Kemudian pasca resminya Inggris keluar dari Uni Eropa posisi poundsterling menguat ke posisi tertinggi sepanjang tahun 2020. Inggris meninggalkan Uni Eropa setelah 47 tahun di Uni Eropa. Mata uang komoditas masih terpukul oleh anjloknya harga komoditas yang menerima sentimen negatif sangat kuat dari wabah virus Corona.
Hari ini akan dirilis data PMI semua negara utama, dan diperkirakan data menunjukkan hasil yang optimis. Bisakah data ini menenggelamkan sentimen wabah virus Corona di China?
Berikut katalis penggerak pasar hari ini perlu diperhatikan:
- Virus Corona terus menyebar di luar Cina. AS akhir pekan lalu telah melaporkan delapan kasus, sementara Filipina melaporkan satu orang meninggal yang merupakan kasus pertama meninggal di luar China.
- Berita ekonomi dari Asia akan dilaporkan data Caixin Manufacturing PMI China dan juga Jepang.
- Berita ekonomi dari Eropa juga akan dilaporkan data final manufaktur PMI negara kawasan Euro dan juga Inggris.
- Berita ekonomi dari Amerika akan dilaporkan data final manufaktur PMI bulan Januari versi Markit dan juga ISM.
Jul Allens/ Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



