Bursa Amerika Semakin Perkasa Hadapi Laporan NFP Bulan Januari

778

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika di Wall Street semakin perkasa dengan semua indeks utamanya mencetak rekor penutupan tertinggi pada akhir sesi perdagangan Jumat (07/02/2020).  Meski sempat berfluktuasi awal sesi, kemudian  saham bergerak lebih tinggi memperpanjang kenaikan baru-baru ini.

Indeks Dow Jones naik 88,92 poin atau 0,3 persen menjadi 29.379,77, indeks Nasdaq naik 63,47 poin atau 0,7 persen menjadi 9.572,15 dan indeks S&P 500 naik 11,09 poin atau 0,3 persen menjadi 3.345,78.

Kekuatan yang berkelanjutan di Wall Street datang di tengah berita bahwa Cina berencana untuk memotong tarif impor barang AS sekitar US$75 miliar menjadi setengahnya. Sebuah pernyataan dari Kementerian Keuangan China mengatakan tarif beberapa barang AS akan dipotong dari 5 persen dari 10 persen, sementara tarif barang lain akan diturunkan menjadi 2,5 persen dari 5 persen.

Pengurangan tarif, berlaku pada 14 Februari, akan bertepatan dengan langkah AS untuk membagi dua tarif pada barang-barang Tiongkok senilai $ 120 miliar sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan fase satu yang ditandatangani bulan lalu.

Namun aksi beli saham agak tenang, karena beberapa pedagang sedang fokus pada rilis laporan pekerjaan bulanan yang diawasi ketat pasar di tengah kekhawatiran yang berkepanjangan tentang wabah koronavirus.

Data ketenagakerjaan atau biasa disebut data NFP diperkirakan akan meningkat sekitar 160.000 pekerjaan pada Januari setelah naik 145.000 pekerjaan pada Desember, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan bertahan di 3,5 persen.

Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham-saham emas menunjukkan pergerakan yang kuat ke atas selama sesi, mendorong NYSE Arca Gold Bugs Index naik 1,6 persen.

Kekuatan yang menonjol juga muncul di antara saham perangkat lunak dan perangkat keras komputer, dengan Dow Jones AS Software Index dan NYSE Arca Computer Hardware Index masing-masing naik 1,4 persen dan 1,2 persen.

Di sisi lain, saham energi retreat setelah sebelumnya alami lonjakan sehingga   Philadelphia Oil Service Index anjlok 2,3 persen, NYSE Arca Natural Gas Index turun 1,8 persen dan NYSE Arca Oil Index merosot 1,2 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here