(Vibiznews – Index) – Memulai perdagangan saham pekan ini, bursa saham Amerika di dibuka dalam zona merah oleh suasana pasar global yang masih mengkhawatirkan kondisi wabah virus Corona terakhir. Namun diujung perdagangan saham Selasa (11/02/2020) terangkat kembali oleh optimisme pasar akan kekuatan ekonomi AS, sehingga akhirnya indeks Nasdaq dan S&P500 berhasil cetak rekor baru lagi.
Indeks Dow Jones naik 174,31 poin atau 0,6 persen menjadi 29.276,82, indeks Nasdaq melonjak 107,88 poin atau 1,1 persen menjadi 9.628,39 dan indeks S&P 500 naik 24,38 poin atau 0,7 persen menjadi 3.352,09.
Secara sektoral, saham-saham perangkat lunak menunjukkan pergerakan substansial ke atas selama sesi, mendorong Dow Jones AS Software Index naik sebesar 2 persen ke rekor penutupan tertinggi baru.
Kekuatan signifikan juga terlihat di antara saham tembakau, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 2,2 persen oleh NYSE Arca Tobacco Index. Indeks rebound setelah mengakhiri sesi sebelumnya di penutupan terendah hampir empat bulan.
Saham semikonduktor, emas, dan saham bioteknologi juga mencetak kekuatan yang cukup besar pada hari itu, sementara itu terjadi pergerakan sebaliknya pada saham energy oleh penurunan harga minyak mentah. Sehingga NYSE Arca Natural Gas Index dan Philadelphia Oil Service Index anjlok 1,8 persen.
Bursa Amerika bisa cetak rekor di saat bursa kawasan Asia dan Eropa terjun ke zona merah oleh kekhawatiran wabah virus Corona. Kekhwatiran awal sesi muncul merespon berita Pemerintah Cina mengungkapkan bahwa total 40.171 kasus virus korona yang telah terinfeksi, dengan 908 orang meninggal akibat penyakit ini. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyuarakan keprihatinan tentang virus yang menyebar dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.
Meskipun demikian, investor tampaknya diyakinkan oleh janji Presiden Cina Xi Jinping untuk memenangkan perang melawan wabah koronavirus. Jinping mengatakan dalam sambutannya di televisi pemerintah bahwa China akan mempercepat pengembangan obat-obatan yang ditujukan untuk mengobati virus mirip-pneumonia yang mematikan.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



