Preview Forex 11 Februari: Laporan Presiden ECB dan Fed di Hadapan Parlemen

676

(Vibiznews – Forex) – Memulai  perdagangan pasar forex hari Selasa (11/02/2020) terpantau kekuatan dolar AS mixed, setelah perdagangan sebelumnya naik ke puncak tertinggi sejak perdagangan bulan Oktober 2019.  Diantara rival dolar yang paling banyak kalahnya yaitu kurs euro dalam pair EURUSD.

Kurs euro jatuh ke posisi terendah baru 2020 di 1,0908 di saat dolar AS dan safe haven mempertahankan kekuatan mereka di tengah kekhawatiran coronavirus yang terus-menerus.  Euro tidak dapat bangkit semalam meskipun indeks Keyakinan Investor Sentix Februari untuk Uni Eropa di posisi  5,2, melampaui harapan sebelumnya di posisi 4, meskipun di bawah 7,6 data bulan sebelumnya.

Poundsterling masih terjebak antara data Inggris yang kuat dan kekhawatiran terkait Brexit. PM Johnson mengatakan bahwa jika UE tidak menyetujui kesepakatan gaya Kanada, dia akan meninggalkan pembicaraan dengan UE. Akibatnya poundsterling jatuh ke terendah baru 2020 di 1,2871.

Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:

  1. Korban tewas akibat virus Corona telah mencapai 900 jiwa lebih dengan jumlah terinfeksi 40.171 jiwa.
  2. Bursa saham Amerika berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi untuk 2 indeks utamanya, namun posisi imbal hasil obligasi AS sesi Asia masih terlihat bergerak negatif melanjutkan perdagangan semalam.
  3. Untuk berita ekonomi, yang penting dari Eropa akan dirilis data prelim GDP Inggris, juga produksi manufaktur dan produksi industri. Dari kawasan Amerika hanya rilis minor seperti JOLTS job opening.
  4. Presiden ECB dan Fed dalam waktu dan tempat berbeda berkesempatan berbicara dihadapan parlemen masing-masing terkait laporan tahunan mereka. Presiden ECB di hadapan European Parliement sedang Presiden Fed dihadapan House Financial Services Committee.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here