Preview Forex 13 Februari: Fokus Pada Data Inflasi Amerika Serikat

603

(Vibiznews – Forex) – Memulai  perdagangan pasar forex hari Kamis (13/02/2020) terpantau minat perdagangan valas berimbal hasil tinggi masih cukup kuat meskipun alami profit taking beberapa saat. Posisi indeks dolar juga sedang bergerak kuat kembali setelah sempat alami profit taking pasca berada di posisi tertinggi selama 3 pekan.

Terpantau dolar AS diperdagangkan mixed, yang turun terhadap mata uang terkait komoditas tetapi naik terhadap aset safe-haven. Dan mata uang Euro sekali lagi menjadi pecundang, jatuh terhadap dolar AS  ke level yang terakhir terlihat pada Mei 2017.

Terkait dengan poundsterling, parlemen Eropa sepakat bahwa kesepakatan apa pun dengan Inggris harus menghormati  penyelarasan kepentingan kedua belah pihak dengan memperbarui aturan-aturannya. PM Inggris Johnson telah mengesampingkan usulan penyelarasan dinamis  UE untuk hukum UE-Inggris. Sehingga GBPUSD naik untuk hari ketiga berturut-turut tetapi bertahan di bawah 1,3000.

Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:

  1. Perdagangan bursa saham Amerika ditutup mencetak rekor tinggi untuk semua indeksnya. Kemudian posisi imbal hasil obligasi AS yang melonjak di sesi Amerika terus bergerak positif di sesi Asia.
  2. WHO melaporkan bahwa jumlah korban akibat wabah virus Corona  telah stabil, meskipun kelambatan yang tampak dalam penyebaran epidemi harus dilihat dengan sangat hati-hati. Sebagian pasar menilai efek wabah virus tersebut sudah menurun.
  3. Untuk berita ekonomi, yang penting pada sesi Amerika terdapat rilis data inflasi AS bulan Januari yang dapat menjadi arahan kebijakan Fed selanjutnya.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here