(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di Korea Selatan diserang profit taking investor hingga ditutup masuk zona merah pada hari Kamis (13/02/2020), setelah 2 hari berturut rally kuat. Selain itu juga ditekan oleh anjloknya mata uang Won terhadap dolar AS dari penguatan 2 sesi berturut.
Sentimen negatif yang memicu profit taking datang dari pengumuman pihak berwenang China mengatakan jumlah kematian dan terinfeksi dari wabah koronavirus China melonjak hari ini, dengan 242 lebih banyak kematian dan hampir 15.000 pasien tambahan di Hubei.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 5,24 poin atau 0,24 persen ditutup pada 2.232,96. Untuk indeks Kospi200 berjangka alami kenaikan 0,50 poin atau 0,17% ke posisi 301.90. Volume perdagangan saham cukup moderat dengan laku 629 juta saham senilai 7,96 triliun won (US $ 6,73 miliar).
Untuk arus dana yang keluar dari bursa saham, investor asing mencetak net sell 328 miliar won. Namun investor lokal yang individu mencetak net buy 277 miliar won setelah 3 hari berturut cetak net sell.
Pelemahan indeks Kospi paling banyak ditekan saham pembuat mobil terkemuka Hyundai Motor anjlok 2,21 persen, demikian anak usaha mereka saham Kia Motors tergelincir 0,96 persen. Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada saham Samsung Electronics menguat 0,33 persen dan saham pembuat chip No. 2 SK hynix melonjak 2 persen.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



