(Vibiznews – Forex) – Pergerakan pasar forex awal pekan yang lambat kemarin terjadi oleh sepinya arahan dari kalender ekonomi makro serta liburnya pasar di AS, membuat posisi dolar AS sempat alami konsolidasi. Namun bergerak kuat kembali mengambil untung dari penghindaran safe haven yen pasca upaya pemerintah China menenangkan suasana pasar terkait epidemi coronavirus.
Kur euro dalam pair EURUSD masih bertahan di kisaran terendah 2 1/2 tahun, Bundesbank Jerman mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa tidak ada tanda-tanda situasi mata uang akan berubah pada kuartal pertama tahun ini, sementara ketidakpastian coronavirus menambah katalis risiko baru.
Poundsterling dalam GBPUSD menembus di bawah 1,3000 meskipun volume terbatas mengakibatkan tidak ada tindak lanjut. Kekhawatiran tentang hubungan masa depan dengan Uni Eropa membebani serta ketidakpastian seputar anggaran, yang akan disampaikan pada 11 Maret.
Yen alami tekanan kuat selain mengindari aset safe haven yaitu buruknya rilis data prelim PDB periode Q4-2019, dimana ekonomi Jepang berkontraksi lebih dari ekspektasi.
Kuatnya permintaan aset resiko setelah pemerintah China menambahkan stimulus moneter, membantu keuntungan ekuitas Asia dan Eropa.
Berikut katalis penggerak pasar hari ini perlu diperhatikan:
- Pasar Amerika akan buka kembali hari ini dan terpantau imbal hasil obligasi AS bergerak positif namun masih dibawah 1,6%.
- WTO telah umumkan indeks perdagangan global merosot di bawah 100 menjadi 95,5 dari 96,6 pada November dalam pembacaan terakhir.
- Pemerintah China berencana meningkat jumlah uang beredar selain infus stimulusnya.
- Untuk berita ekonomi yang penting di Asia adalah laporan risalah RBA, kemudian di sesi ERopa terdapat rilis sentimen ekonomi Jerman dari ZEW dan di sesi Amerika terdapat rilis Empire State Manufacturing Index untuk Februari yang diperkirakan meningkat dari sebelumnya, juga bisa memberikan dorongan baru.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



