Keuntungan Bursa Amerika Pulih Oleh Meredanya Kekhawatiran Wabah Corona

682

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika berhasil memulihkan keuntungannya yang tergerus perdagangan sebelumnya, semua indeks utama naik ke zona positif hingga akhir perdagangan Kamis (20/02/2020). Bahkan indeks Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor penutupan tertinggi baru.

Indeks Dow Jones naik 115,84 poin atau 0,4 persen menjadi 29.348,03, indeks Nasdaq naik 84,44 poin atau 0,9 persen menjadi 9.817,18 dan indeks S&P 500 naik 15,86 poin atau 0,5 persen menjadi 3.386,15.

Kekuatan saham di Wall Street dipicu oleh meredanya kekhawatiran tentang penyebaran virus corona setelah pejabat Cina melaporkan jumlah terendah kasus yang baru dikonfirmasi sejak akhir Januari. Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan penambahan 1749 terinfeksi, sehingga total keseluruhan menjadi 74.185. Dan lebih dari 2.000 orang tewas akibat wabah itu.

Sentimen positif pasar juga datang dari rebound  saham Apple (AAPL) yang hingga akhir sesi  melonjak 1,5 persen setelah anjlok cukup parah sebelumnya, turun  1,8 persen. Sebelumnya Apple memperingatkan sulit mencapai perkiraan pendapatan kuartal kedua  karena wabah koronavirus, tetapi investor tampaknya optimis dampaknya hanya akan bersifat sementara.

Kekuatan saham juga datang dari laporan Departemen Tenaga Kerja  yang menunjukkan harga produsen naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Januari. Indeks PPI  naik 0,5 persen pada Januari setelah naik 0,2 persen pada Desember, demikian juga Core PPI   masih naik 0,5 persen pada Januari dibandingkan dengan perkiraan ekonom untuk kenaikan 0,2 persen.

Terdapat rilis data ekonomi yang lemah, Departemen Perdagangan melaporkan  perumahan mulai merosot 3,6 persen ke tingkat tahunan 1,567 juta pada Januari setelah melonjak 17,7 persen ke tingkat revisi 1,626 juta pada Desember.

Menjelang akhir  perdagangan, Federal Reserve merilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbarunya, yang menegaskan kembali pejabat Fed percaya meninggalkan suku bunga pada level mereka saat ini kemungkinan akan tetap sesuai untuk beberapa waktu.

Risalah pertemuan Januari membuat beberapa referensi untuk wabah koronavirus tetapi kemungkinan untuk memperkuat harapan bahwa kebijakan Fed akan tetap ditahan di pertemuan mendatang.

Secara sektoral, saham  gas alam bergerak naik tajam hingga mendorong Indeks Gas Alam NYSE naik 2,9 persen. Kekuatan substansial juga terlihat di antara saham semikonduktor, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 2,6 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index.

Saham emas, minyak dan saham broker juga mendapat kekuatan yang cukup besar pada hari itu, sementara saham real estat dan utilitas yang sensitif terhadap suku bunga menunjukkan pergerakan kuat ke sisi negatifnya.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here