(Vibiznews – Indeks) – Saham-saham di bursa Hong Kong berdetak lebih rendah pada perdagangan hari Kamis (20/02/2020) dengan indeks Hang Seng ditutup dalam zona merah. Sentimen negatif datang dari kekhawatiran peningkatan korban virus Corona luar China melebihi ekspektasi penurunan suku bunga yang dilakukan Bank Rakyat Tiongkok hari ini.
Pemerintah China pada hari Kamis melaporkan penurunan besar dalam jumlah yang baru terinfeksi. Namun, jumlah yang terinfeksi di Korea Selatan melonjak, sementara di Jepang diberitakan terjadi dua kematian dan para peneliti memperingatkan bahwa patogen itu menyebar lebih mudah daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sebagai informasi hari ini Bank Rakyat China memangkas suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 4,05% dari 4,15%, sementara tenor lima tahun berkurang 5 basis poin menjadi 4,75%
Indeks Hang Seng ditutup turun 47,54 poin, atau 0,2%, pada 27.609 setelah sempat mencapai posisi tinggi di 27,767 dan posisi terendah di 27,383. Namun indeks China Enterprises dengan 60 saham unggulan naik 0,1% menjadi 10.913 poin.
Secara sektoral, sektor teknologi Hang Seng masih tinggi dengan kenaikan 0,4%, namun sektor keuangan datar. Untuk pergerakan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center pergerakan bursa saham Hong Kong kesokan harinya diperkirakan masih berpotensi lemah.
Jul Allens/Senior Analyst Vibiz Research Center



