(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (20/2), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, namun banyak memangkas loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Eropa terus menanjak kuat dari sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS petang ini melemah lebih terbatas 0,15% atau 20 poin ke level Rp 13.708 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.688.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 13.695, kemudian bergerak lemah ke Rp13.778, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 13.765. Melemahnya rupiah yang berkurang terjadi karena BI memangkas suku bunga acuan BI 7-DRRR 25 bps ke level 4,75% sementara dollar tampak naik di pasar uang Eropa ke posisi 33 bulan terkuatnya ditopang penurunan yen dalam harapan adanya paket situmulus China.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini stabil ke level 99,69, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,70.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi, terpantau menguat 0,23% atau 13,695 poin ke level 5.942,487, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya menguat setelah suku bunga prime rate China diturunkan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa menanjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.595 – Rp 13.870.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido



