(Vibiznews – Indeks) – Mengakhiri perdagangan saham awal pekan pasca libur hari Kaisar, indeks Nikkei hari Selasa (25/02/2020) masih terkurung dalam zona merah dan anjlok cukup signifikan. Aksi jual saham yang cukup besar di tengah kekhawatiran yang semakin dalam bahwa penyebaran kasus COVID-19 dapat menyebabkan pandemi global. Selain itu, pemerintah mendesak perusahaan untuk mengizinkan bekerja online dari rumah untuk mengurangi risiko infeksi.
Indeks Nikkei ditutup anjlok 781 poin atau 3,3% pada 22.605. Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret sedang mengalami kenaikan 480 poin atau 2,16% menjadi 22,673 basis poin, indeks sempat naik ke posisi 22734 dan turun ke posisi rendah di 22199.
Secara sektoral, semua sektor menurun yang dipimpin oleh anjloknya sektor industri 3,7%, kemudian disusul sektor layanan kesehatan yang turun 3,6%, sektor bahan dasar turun 3,4%, saham konsumen non-siklus turun 3,2%, sektor energi turun 3,1%, sektor keuangan turun 2,8%, sektor keuangan utilitas turun 2,4%, sektor teknologi turun 2,4% dan sektor telekomunikasi anjlok 2,4%.
Kerugian yang dialami oleh bursa Jepang hari ini juga dipengaruhi aksi jual yang cukup besar di bursa Wall Street semalam, yang merupakan kerugian perdagangan satu hari terburuk sejak Oktober 2018.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



