Preview Forex 25 Februari: Panik Virus Corona Hantam Bursa Global

656

(Vibiznews – Forex) – Kepanikan investor menghantam pasar keuangan global di tengah kekhawatiran kemungkinan dampak coronavirus pada pertumbuhan global. Penyakit ini menyebar ke luar Cina, dengan Italia, Korea Selatan, dan Iran melaporkan jumlah kasus terbesar.

Dolar AS sempat menguat lebih tinggi pada pembukaan mingguan, di tengah permintaan aset safe haven, namun terpangkas kembali oleh kondisi perdagangan yang buruk di bursa Wall Street. Pair EURUSD mencapai posisi tertinggi mingguan 1,0871, tetapi  tidak berubah dari penutupan Jumat, meskipun survei IFO Jerman optimis.

Demikian poundsterling dalam GBPUSD mengakhiri hari di zona merah di sekitar 1,2920, di tengah meningkatnya ketegangan menjelang kesepakatan perdagangan UE-Inggris. Yen jepang menguat kembali ikuti arus permintaan aset safe haven.

 Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:

  1. Bursa saham global ditutup dalam zona merah dengan bursa saham Wall Street terjun ke posisi terendah 2 bulan. Posisi imbal hasil obligasi AS anjlok 7,5% ke posisi 1,37% yang merupakan posisi terendah sejak Juli 2019.
  2. Dari Eropa, PM Italia menyatakan wabah virus corona sangat berdampak buruk terhadap ekonomi negara tersebut.
  3. Presiden Bank Sentral Cleveland Cleveland Loretta Mester mengatakan pada hari Senin bahwa ekonomi AS akan terus berkinerja baik tahun ini dan kebijakan moneter saat ini berada dalam posisi yang baik. Sehingga untuk sekarang tidak mendukung pemotongan suku bunga.
  4. Berita ekonomi yang perlu diperhatikan pada sesi Eropa terdapat rilis data PDB Jerman dan pada sesi Amerika terdapat hasil survey CB untuk sentimen konsumen AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here