(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan perdagangan hari Rabu (26/02/2020) tertekan kembali hingga akhir sesi dengan indeks Kospi kembali masuk zona merah dengan penurunan yang signifikan. Tekanan jual saham cukup besar karena investor panik meningkatnya kesengsaraan atas penyebaran virus corona baru di negeri tersebut. Selain itu mata uang Won Korea jatuh tajam terhadap dolar AS.
Sejauh ini, negara ini memiliki lebih dari 1.100 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan 12 orang tewas akibat wabah virus dari China tersebut. Sebagian besar kasus yang terinfeksi terkait dengan sekte keagamaan di Daegu, kota terbesar keempat di negara itu.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 26,84 poin atau 1,28 persen ditutup pada 2.076,77. Demikian indeks Kospi200 berjangka alami penurunan 3,0 poin atau 1,06% ke posisi 280.80, sempat naik ke posisi tinggi 282.00 dan turun ke posisi rendah 278.40. Volume perdagangan saham cukup tinggi dengan laku 797 juta lembar saham senilai 7,84 triliun won (US $ 6,44 miliar).
Tekanan kospi paling besar di sebabkan oleh anjloknya saham Samsung Electronics yang tergelincir 2,42 persen dan saham pembuat chip No. 2 SK hynix merosot 3,47 persen. Selain itu ditekan juga oleh saham perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 1,13 persen dan saham kilang minyak terkemuka SK Innovation turun 2,04 persen.
Mata uang Won Korea ditutup pada 1.216,90 won melawan dolar AS, turun 6,60 won dari penutupan sesi sebelumnya. Won Korea ditutup pada titik terendah dalam enam bulan pada perdagangan hari Senin.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



