(Vibiznews – Indeks) – Kerugian perdagangan saham bursa Jepang terus berlanjut hingga perdagangan hari Rabu (26/02/2020), dengan indeks Nikkei ditutup anjlok cukup signifikan. Tekanan jual saham yang lumayan besar tersebut karena investor khawatir tentang dampak ekonomi dari wabah virus yang dengan cepat menyebar ke banyak negara di luar China. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa wabah virus dapat menyebabkan pembatalan Olimpiade Musim Panas yang dijadwalkan dibuka pada bulan Juli tahun ini.
Indeks Nikkei ditutup turun 179 poin atau 0,8% lebih rendah pada posisi 22.426. Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret masih bergerak kuat dengan kenaikan 198 poin atau 0,89% menjadi 22,323 basis poin, indeks sempat naik ke posisi 22457dan turun ke posisi rendah di 22088.
Melihat pergerakan sektoral Nikkei, terpantau semua masuk zona merah dan bergerak turun dalam kisaran 0,1 hingga 2%. Di antara saham individu yang terpukul akibat sentimen diatas yaitu saham Dentsu Group, sebuah agen periklanan yang menangani banyak aspek Olimpiade turun 0,7%, pelemahan hari keenam berturut-turut.
Selain itu terdapat saham-saham sektor keuangan yang anjlok cukup signifikan seperti saham Softbank dengan penurunan 1,34%, saham Mitsubishi UFJ Financial anjlok 0,93%, saham Sumitomo Mitsui Financial Group turun 1,10%, saham Mizuho Financial turun 0,84%.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


