(Vibiznews – Forex) – Dolar AS anjlok karena posisi rekor terendah dalam yield Treasury dan ambruknya bursa Wall Street memicu spekulasi penurunan suku bunga mendatang di AS. Peluang untuk penurunan suku bunga segera setelah bulan Maret mendatang telah meningkat menjadi 72% dari 33% dua hari lalu berdasarkan alat survey FedWatch CME Group.
Kurs euro dalam pair EURUSD rally kuat hingga mencapai 1.1006, mendapat dukungan tambahan dari tajuk berita menunjukkan bahwa Jerman akan bertindak melalui program stimulus fiskal jika coronavirus memukul ekonomi lokal.
Poundsterling adalah mata uang global yang terlemah, dipukul oleh berita utama terkait Brexit. Pemerintah Inggris menerbitkan dokumen yang menguraikan prioritasnya untuk pembicaraan perdagangan. Antara lain, dokumen itu menunjukkan bahwa kerajaan siap untuk meninggalkan meja perundingan pada bulan Juni jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan pada saat itu. Juga, perjanjian tersebut seharusnya tidak mengharuskan Inggris untuk mengikuti standar UE.
Posisi pair USDJPY terjun ke posisi terendah 2 pekan imbas pelemahan dolar AS dan menetap di bawah 110,00. Aussie pulih sedikit di tengah pelemahan dolar, sementara dolar Kanada anjlok bersamaan dengan harga minyak mentah.
Berikut katalis penggerak pasar hari ini perlu diperhatikan:
- Imbal hasil obligasi AS masih di posisi yang sangat rendah dibawah kisaran 1,30%.
- Berita ekonomi yang perlu diperhatikan pada sesi Asia terdapat beberapa rilis data ekonomi Jepang yang mixed, dan di sesi Eropa terdapat rilis data prelim CPI Jerman. Pada sesi Amerika banyak laporan ekonomi yang akan menunjukkan data positif.
- Reuters melaporkan dua puluh sembilan tentara Turki tewas dalam serangan pasukan pemerintah Suriah di Idlib Suriah. Serangan yang secara dramatis ini dapat mengubah arah perang Suriah. Dan berpotensi menambah tekanan perdagangan aset resiko.
.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



