(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan kembali memperpanjang penurunan harga saham ke sesi ketujuh berturut-turut dan terjun ke posisi terendah dalam 11 tahun pada perdagangan hari Kamis (19/03/2020) karena penyebaran wabah virus corona baru yang terus berlanjut. Selain itu Won Korea juga turun tajam terhadap dolar AS ke level terendah sejak 2009.
Korban virus corona di Korea Selatan terus bertambah, hari ini bertambah 152 kasus baru sehingga jumlah total infeksi di negara ini menjadi 8.565.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) anjlok 133,56 poin atau 8,39 persen ditutup pada 1.457,64, level terendah sejak Juli 2009. Demikian indeks Kospi200 berjangka, turun 13,25 poin atau 6,26% ke posisi 198,35, dan sempat naik ke posisi tinggi 216,80 dan terjun ke posisi rendah 194,70.
Perdagangan saham sempat dihentikan sebentar setelah indeks menukik dengan kecepatan yang luar biasa dengan turun lebih dari 9 persen pada satu titik. Kapitalisasi pasar gabungan dari bursa utama turun di bawah 1.000 triliun won untuk pertama kalinya dalam lebih dari delapan tahun.
Aksi jual investor asing berlanjut dengan melepas 616 miliar won saham lokal. Aksi jual mereka berlanjut selama 11 sesi perdagangan terakhir, dengan akumulasi aksi jual mencapai 8,6 triliun won.
Sektor yang paling menekan indeks seperti saham penerbangan seperti saham Korea Air menukik 24,86 persen, saham Asiana Airlines jatuh 29,94 persen , saham Jeju Air jatuh 27,54 persen.
Saham terbesar Samsung Electronics turun 5,81 persen, saham pembuat chip No. 2 SK hynix anjlok 5,61 persen , saham pembuat baterai Samsung SDI menukik 17,38 persen dan saham pembuat mobil terkemuka Hyundai Motor merosot 10,34 persen.
Jul Allens / Analis Senior Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



