(Vibiznews – Indeks) – Mengakhiri perdagangan saham pekan ini Jumat (20/03/2020), bursa Korea Selatan bangkit dari posisi terendah 11 tahun oleh karena investor menjadi lebih percaya diri atas langkah-langkah stimulus ekonomi di seluruh dunia. Selain itu Won Korea juga melonjak terhadap dolar AS. Namun secara mingguan, indeks Kospi ditutup dalam pelemahan 2 pekan berturut.
Semalam, saham di Wall Street rebound setelah Federal Reserve AS mengumumkan telah menandatangani perjanjian pertukaran mata uang dengan sembilan bank sentral di seluruh dunia, termasuk Bank of Korea, untuk menstabilkan pasar mata uang yang terkena virus. Seoul dan Washington telah menandatangani perjanjian pertukaran mata uang bilateral senilai US$60 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 105 poin atau 7,2 persen ditutup pada 1.563. Demikian indeks Kospi200 berjangka, naik 14,45 poin atau 7,32% ke posisi 211,95, dan sempat turun ke posisi rendah 199,30.
Karena kenaikan tajam tersebut, otoritas bursa Korea menghentikan perdagangan di bursa utama selama lima menit yang diikuti dengan penghentian perdagangan lainnya di pasar sekunder KOSDAQ.
Melihat pergerakan saham berkapital tinggi yang sangat mempengaruhi pergerakan indeks Kospi, saham Samsung Electronics naik 3,96 persen, saham pembuat chip No. 2 SK hynix naik 7,54 persen dan saham pembuat baterai Samsung SDI rebound 14,75 persen. Kemudian saham pembuat mobil No. 1 Hyundai Motor naik 2,88 persen, dan Kia Motors bertambah 2,51 persen.
Jul Allens / Analis Senior Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


