(Vibiznews – Index) – Masuki perdagangan saham kuartal kedua tahun 2020, bursa saham Amerika masih belum bergerak dari zona merahnya, dan penutupan sesi Kamis (02/04/2020) indeks utama jatuh ke posisi terendah dalam sepekan oleh kuatnya perdagangan safe haven merespon kondisi pasar global.
Indeks utama mencapai posisi terendah di menit terakhir perdagangan, dengan Dow Jones sempat turun secara singkat lebih dari 1100 poin. Saat penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 973,65 poin atau 4,4% pada 20.943,51. Indeks S&P 500 turun 4,4% menjadi 2.470,50 bersama dan indeks Nasdaq Composite ditutup melemah 322 poin atau 4,13% pada 7.360,58.
Tekanan jual yang cukup besar sudah terlihat pada awal sesi merespon berita yang menyatakan prediksi kenaikan korban tewas AS yang besar serta kekhawatiran kerusakan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Pemerintah AS memproyeksikan kematian akibat pandemik global antara 100.000 dan 240.000 di negerinya, setelah data dari Johns Hopkins University menunjukkan ada lebih dari 190.000 kasus virus korona dan lebih dari 4100 kematian.
Sentimen negatif pasar tidak bergerak mendapat tekanan dari berita ekonomi ekonomi AS, dimana prosesor penggajian ADP merilis laporan yang menunjukkan sedikit penurunan dalam pekerjaan sektor swasta di AS pada bulan Maret, meskipun data tidak mencerminkan dampak penuh dari lockdown. ADP mengatakan pekerjaan sektor swasta turun 27.000 pekerjaan pada Maret setelah melonjak oleh 179.000 pekerjaan yang direvisi ke bawah pada Februari. Penurunan ini jauh lebih kecil dari yang diharapkan tetapi masih mencerminkan penurunan pertama dalam pekerjaan sektor swasta sejak September 2017.
Kemudian laporan terpisah dari Institute for Supply Management menunjukkan kontraksi yang relatif sederhana dalam aktivitas manufaktur AS di bulan Maret. Indeks PMI Manufaktur turun ke 49,1 pada Maret setelah turun menjadi 50,1 pada Februari.
Melihat pergerakan secara sektoral, saham real estat komersial sangat tertekan hingga membuat Indeks Real Estat AS Dow Jones turun 7,4 persen. Demikian juga terjadi kelemahan substansial pada saham-saham perbankan, yang terlihat pada Indeks Bank KBW anjlok 6,5%.
Saham-saham layanan minyak juga masih bergerak sangat rendah dengan Philadelphia Oil Service Index anjlok 6,1 persen. Kemudian saham utilitas, transportasi, bahan kimia dan perumahan juga semakin dalam di zona merahnya.
Sementara itu, terjadi pergerakan sebaliknya pada saham emas dengan lonjakan 2,6 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index. Indeks menanjak pasca kenaikan signifikan harga logam mulia.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



