(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham awal pekan di bursa Hong Kong alami pelemahan yang kuat pada hari Senin (15/06/2020), indeks Hang Seng ditutup bearish masuki hari ke-4 berturut. Tekanan jual saham sejak awal sesi di bursa Hong Kong membuat Hang Seng jatuh ke posisi terendah 2 pekan.
Sentimen investor dilemahkan oleh kekhawatiran gelombang kedua infeksi coronavirus di China setelah diberitakan pemerintah negara tersebut melakukan lock down sebagian wilayah ibu kotanya dimana setidaknya ada 11 residensial di selatan Beijing.
Indeks Hang Seng turun 524,43 poin atau 2,16% menjadi 23.776,95. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan turun 1,1% atau 176,70 poin menjadi 9.655,83. Untuk indeks Hang Seng berjangka bergerak negatif dengan penurunan 2,16% ke posisi 23.776,95.
Melihat pergerakan secara sektoral, semua sektor sektor utama masih betah di zona merah yang dipimpin oleh saham sektor material turun 2,62%, saham sektor properti turun 2,29%, saham sektor IT yang turun 2,19%, saham sektor energi turun 2,06%, saham sektor Telekomunikasi turun 1,87%, saham sektor industri turun 1,56% dan saham sektor keuangan berakhir 1,89% lebih rendah.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



