(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY naik lebih tinggi pada akhir pekan setelah jatuh selama empat hari berturut-turut, dan mengakhiri minggu di sekitar 107,35. Pair rebound menghapus kelemahan 2 hari perdagangan bersamaan dengan pulihnya bursa saham AS dan juga kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun 0,70%.
Yen Jepang tertekan akhir pekan lalu oleh data ekonomi Jepang yang lemah da mencerminkan tingkat kemerosotan ekonomi yang diderita dalam pandemi yang sedang berlangsung. Indeks Kondisi Manufaktur Besar BSI berada di -52,3 di Q2 setelah mencetak di -17,2 di kuartal sebelumnya. Juga, produksi industri mereka anjlok ke posisi terendah sejak Maret 2011.
Untuk sentimen dari data ekonomi hari ini tidak ada data yang sangat kuat mempengaruhi pergeraka pasar seperti di Jepang merilis Indeks Industri Tersier April Senin ini, sebelumnya pada -4-2% MoM, dan di AS hanya laporan indeks manufaktur empire state. Sehingga laporan peningkatan kasus baru corona virus bisa menjadi penggerak pasar awal pekan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bearish, sehingga awal sesi jika bergerak negatif akan turun menuju posisi 107.00 dan jika tembus lanjut ke posisi S1 hingga S2. Namun jika pergerakan sebaliknya akan mendaki ke posisi 107.55 dan jika tembus naik ke posisi R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 108.70 | 108.10 | 107.70 | 107.15 | 106.76 | 105.20 | 105.80 |
| Buy Avg | 107.70 | Sell Avg | 106.60 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


