(Vibiznews – Forex) – Di awal perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (29/06/2020), posisi dolar AS dollar bergerak bearish setelah selama 3 hari berturut sebelumnya bergerak kuat. Dolar terpantau melemah secara indeks dan juga terhadap beberapa rival utamanya kecuali terhadap poundsterling.
Sentimen pasar di Eropa mulai pulih merespon laporan indikator sentimen ekonomi di Wilayah Euro yang naik 8,2 poin menjadi 75,7 pada Juni, pulih lebih lanjut dari posisi terendah 11-tahun di 64,9 yang dicapai pada bulan April. Laporan ini sedikit meredakan tekanan perdagangan aset resiko oleh kekhawatiran gelombang kedua kasus baru covid-19.
Kini indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, terpantau bergerak lemah ke posisi 97,19 atau sedang turun 0,20 persen dari penutupan sebelumnya setelah dibuka pada posisi 97.43 dan sempat naik ke posisi tinggi di 97.51.
Dolar AS tertekan oleh bangkitnya kembali permintaan kurs resiko seiring dengan meningkatnya posisi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sempat bergerak di area negatif. Kini pair alami kenaikan 0,01%. Dari antara rival dolar, pound Inggris yang tidak mampu bergerak kuat.
Pound Inggris turun ke posisi 1,2328 atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya, dan turun ke posisi terendah sejak 29 Mei. Pair tertekan menjelang putaran baru pembicaraan Brexit karena masalah-masalah seperti kekuatan kehakiman Uni Eropa tetap diperdebatkan. Pekan lalu, kepala negosiator Inggris David Frost mengatakan bahwa pemerintah Inggris tidak akan menyetujui proposal Uni Eropa yang memberikan blok hak untuk membalas dengan tarif jika Inggris mengubah undang-undang berikut Brexit. Kurs juga mendapat tekanan tambahan dari rilis data indikator moneter Bank Inggris menunjukkan bahwa persetujuan hipotek di Inggris merosot ke rekor terendah di bulan Mei, sementara kredit konsumen turun lebih dari yang diharapkan.
Terhadap kurs aussie sebagai mata uang beresiko yang memiliki yield tinggi bergerak naik ke posisi 0.6876 atau naik 0,20%. Pulihnya sentimen perdagangan aset resiko memberikan keuntungan bagi aussie dengan pergerakan bursa Eropa terpantau rebound.
Kurs Euro naik 0,5% menjadi $ 1,1274 karena Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan bertemu di kemudian hari untuk membahas dana pemulihan Uni Eropa yang direncanakan, di samping krisis coronavirus, masalah lingkungan dan masalah internasional lainnya.
Untuk pergerakan indeks dolar selanjutnya secara teknikal, menurut analyst Vibiz Research Center indeks dolar diperkirakan akan meluncur ke posisi 97.00 – 96.10. Namun jika terjadi koreksi dapat mendaki ke posisi 97.50 – 98.00.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group


