(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY sebelumnya ditutup bearish hingga turun ke posisi terendah 2 pekan oleh penguatan yen Jepang sebagai aset safe haven melebihi dolar AS. Dolar tertekan secara indeks hingga turun ke posisi terendah 3 pekan oleh lonjakan yang tak henti-hentinya dalam kasus coronavirus meningkatkan harapan untuk putaran stimulus lain dari Federal Reserve.
Pelemahan pair juga terlihat dari posisi imbal hasil obligasi yang menurun, namun kemudian ditahan oleh perdagangan bursa saham Amerika berhasil keluar dari zona merah.
Dari sisi kekuatan yen, didukung oleh hasil optimis dari survei pengamat ekonomi Jepang yang menunjukkan bahwa kepercayaan tentang kondisi ekonomi saat ini mencatat kenaikan dan melonjak menjadi 38,8 pada Juni dari 15,5 sebelumnya. Kemudian defisit perdagangan bulan Mei berkurang menjadi ¥ -556,8 miliar dari ¥ -966,5 miliar sebelumnya sehingga surplus Current Account melonjak menjadi ¥ 1.176,8 miliar pada Mei dibandingkan dengan yang diperkirakan ¥ 1088,2 miliar.
Untuk pergerakan sepanjang hari ini awal sesi Asia terdapat rilis data ekonomi Jepang yang positif seperti data pesanan mesin dan juga money stock menunjukkan peningkatan dari data periode sebelumnya. Dan di sesi Amerika akan dirilsi data mingguan klaim pertama pengangguran AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan bullish, awal sesi dapat turun menuju posisi 107.10 dan jika tembus lanjut ke posisi S2 hingga S2. Namun jika terjadi koreksi akan mendaki ke posisi 107.60 dan jika tembus naik ke posisi R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 108.32 | 108.05 | 107.78 | 107.50 | 107.22 | 106.96 | 106.70 |
| Buy Avg | 107.40 | Sell Avg | 107.20 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


