(Vibiznews – Indeks) – Membuka perdagangan saham pekan ini di bursa Jepang pada hari Selasa (11/8/2020) setelah libur pada hari Senin, indeks Nikkei rebound dan melompat ke posisi tertinggi 2 pekan. Kekuatan saham nikkei di support oleh posisi yen Jepang yang sedang melemah terhadap dolar AS, yang dimanfaatkan investor melakukan bargain hunting.
Sentimen investor terangkat setelah Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Gedung Putih terbuka untuk melanjutkan pembicaraan paket bantuan virus corona dengan pastai Demokrat. Sementara itu, Goldman Sachs juga menaikkan perkiraan PDB AS 2021 menjadi 6,2% dari 5,6%, didorong oleh ekspektasi bahwa setidaknya satu vaksin COVID-19 akan didistribusikan secara luas pada akhir kuartal kedua tahun depan.
Kekuatan nikkei menghiraukan data current account Jepang yang melemah, dimana surplus neraca berjalan Jepang menyusut menjadi ¥167,5 miliar pada Juni 2020 dari ¥ 1253 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar ¥110 miliar, sementara pinjaman bank secara keseluruhan di Jepang naik dengan rekor 6,3 miliar.
Indeks Nikkei ditutup naik 420,30 poin atau 1,88 persen lebih tinggi ke posisi 22.750,24, tertinggi sejak 28 Juli 2020. Demikian juga untuk indeks Topix naik 39,22 poin atau 2,54 persen lebih rendah ke posisi 1.585,96. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak positif dengan naik 380 poin atau 1,70% ke posisi 22.720.
Kekuatan Nikkei pada hari ini disumbang oleh lonjakan saham sektor real estat, besi dan baja, dan juga perbankan. Seperti saham Mitsubishi Estate melonjak 7,2 persen, saham Mitsui Fudosan melonjak 8,1 persen dan saham Tokyu Fudosan Holdings melonjak 5,4 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



