(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (4/9/2020) poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak turun kembali setelah sempat rebound mendekati posisi resisten kuat harian. Tekanan yang membuat pair turun kembali yaitu rilis data PMI sektor konstruksi Inggris yang lebih rendah dari periode sebelumnya.
Data PMI Konstruksi Inggris turun menjadi 54,6 pada Agustus dari 58,1 pada Juli yang merupakan tertinggi sejak Oktober 2015. Angka tersebut berada jauh di bawah perkiraan pasar 58,5 karena kurangnya pekerjaan baru untuk menggantikan kontrak yang telah selesai.
Sementara itu dollar AS bergerak terbatas di pasar uang Eropa setelah menguat 3 hari; di tengah investor yang menantikan data tenaga kerja AS yang diharapkan dapat memangkas keraguan prospek pemulihan ekonomi Amerika. Sepanjang sesi Asia sempat menunjukkan pergerakan kuat.
Sementara itu, pergerakan poundsterling berada dalam jalur pelemahan mingguan setelah selamam 3 pekan berturut sebelumnya cetak gain. Kini pair sedang bergerak lemah dengan penurunan 0,5% secara mingguan. Tekanan pair sepanjang minggu juga dipicu oleh kurangnya kemajuan dalam negosiasi Brexit.
Fokus investor selanjutnya menanti rilis data kinerja pasar tenaga kerja Amerika Serikat periode bulan Agustus seperti data NFP, tingkat pengangguran dan juga tingkat upah pekerja di AS. Semua data ini diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah, sehingga dapat menekan dolar AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD ditutup bullish, dan kini pair berada di posisi 1,3293 pada kisaran pivot setelah sempat di posisi mendekati resisten. Jika pair naik menembus 1.3320 akan naik ke resisten kuatnya di 1,3400-1,3450. Namun jika koreksi negatif berlanjut akan turun ke posisi 1,3240 sebelum mencapai support kuat di 1,3215-1,3140.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting