Kospi 21 September Melemah Meskipun Data Ekspor Korsel Optimis

622
indeks kospi

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham awal pekan di bursa  Korea Selatan alami tekanan jual sehingga penutupan sesi hari Senin (21/9/2020) banyak harga saham yang anjlok. Indeks Kospi retreat setelah sempat bergerak kuat awal sesi, dengan terjadi profit taking pada saham yang akhir pekan lalu melonjak tinggi. 

Sentimen investor bursa Asia tertekan oleh  lonjakan kasus baru terinfeksi virus korona  di seluruh dunia. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan 70 lebih kasus COVID-19, pemerintah pada hari Minggu memilih untuk memperpanjang pembatasan virus nasional selama seminggu lagi di tengah kekhawatiran bahwa penyebaran virus dapat memburuk lagi selama liburan Chuseok mendatang.

Penguatan indeks awal sesi mendapat kekuatan dari laporan data ekspor Korea Selatan yang dirilis naik 3,6% per tahun dalam 20 hari pertama September, menandai kenaikan 20 hari pertama dalam enam bulan karena kenaikan tajam dalam ekspor semikonduktor, sementara impor turun 6,8% per tahun. menjadi $ 25,1 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) harian ditutup turun 24,94 poin atau 1,03% lebih rendah ke posisi 2.387,46.   Untuk indeks Kospi200 berjangka turun 2,50 poin atau 0,79% ke posisi 315.89, setelah sempat  turun ke posisi rendah di 314.78  dan naik ke posisi tertinggi  320.86.

Saham-saham kapital besar yang alami profit taking seperti saham LG Chem yang sebelumnya menguat 4,19%, kini anjlok 5,86 persen. Kemudian saham Samsung SDI merosot 1,55 persen, saham perusahaan farmasi terkemuka Samsung Biologics turun 2,37 persen dan saham raksasa portal internet Naver mundur 2,01 persen.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here